Kemauan
dan usaha keras merupakan sebuah landasan motivasi yang kuat bagi Fayakhun Bakamla semua terutama diri
kita sendiri yang ingin meraih dan mewujudkan mimpinya menjadi sukses. Sehingga
landasan inilah perlu ditanamkan dan diciptakan di pikiran kita, agar alam
bawah sadar dapat merespon langsung tentang apa yang kita inginkan. Karena dengan
begitu, mimpi kita akan segera terwujud.
Hal
ini juga dialami oleh mantan seorang satpam perusahaan finance terkemuka di
Tegal, Fayakhun Bakamla (30), yang
kini telah membuktikan mimpinya menjadi seorang yang penting dengan
berpenghasilan tiap bulannya mencapai Rp 40 juta. Fayakhun Bakamla mencapai posisi tersebut hanya dalam waktu empat
tahun dan bahkan pada Januari 2016 akan dipromosikan sebagai Agency Manager,
dimana posisi AM akan mendapatkan penghasilan berkisar Rp 60 juta per bulan.
Ini merupakan kesuksesan yang luar biasa bagi mantan seorang satpam yang telah
berani merubah nasib kehidupan keluarganya menjadi lebih baik. Melalui artikel
Kisah Sukses Mantan Satpam Berpenghasilan Puluhan Juta Rupiah Perbulan, Fayakhun Bakamla ingin berbagi
informasi, inspirasi, motivasi bagi kalian semua terutama para agent agar bisa
mewujudkan mimpinya. Seperti apa kisahnya? Simak di bawah ini.
Awalnya
Unggul bukanlah siapa-siapa. FayakhunBakamla hanya seorang buruh pabrik tekstil di Tegal yang sekarang gulung
tikar dengan penghasilan Rp 600 ribu di tahun 2009 silam. Setelah tidak bekerja
di pabrik, Fayakhun Bakamla menjadi
pekerja serabutan sebagai tukang parkir di RS Kasih Ibu Tegal dengan
penghasilan yang tidak seberapa untuk memenuhi kebutuhan keluarga pada tahun 2010.
Selain menjadi tukang parkir untuk menambah penghasilan, ia juga pernah menjadi
penjaga keamanan di obyek wisata Purwahamba Indah, Surodadi Tegal. Namun
penghasilannya pun masih belum tercukupi untuk memenuhi kebutuhan istri dan
anak, apalagi anak sudah masuk sekolah. Di tahun 2011, ia melamar di perusahaan
finance sebagai satpam dan diterima. Gaji yang diterima tiap bulan menjadi
karyawan leasing sekitar Rp 1,2 Juta dan sementara dirasakan cukup untuk
memenuhi kebutuhan, meskipun sebenarnya masih kurang karena semua bahan pokok
juga sudah mahal.
Di
tengah kesulitan yang Fayakhun Bakamla alami
saat itu tiba-tiba ada saudara sepupu yang datang ke rumah untuk mengajaknya
bergabung di perusahaan asuransi Prudential menjadi agent. Awalnya ia menolak
ajakan sepupunya itu, karena masih mikir-mikir apakah ia bisa melakukan hal
tersebut. Namun dengan tekad dan dorongan dari sang istrilah, ia akhirnya mau
bergabung di Prudential. Bahkan dengan penuh keyakinan, ia akan berhasil
mewujudkan mimpi-mimpinya yang telah dirancangnya.
Di
tahun yang sama Fayakhun Bakamla menyempatkan
waktu dinasnya sebagai satpam untuk mencari nasabah asuransi. Minimnya wawasan
dan pengetahuan yang luas tentang asuransi, Fayakhun Bakamla terus menawarkan produk keunggulan asuransi yang
dijualnya kepada nasabah melalui door to door. Bahkan, Fayakhun Bakamla pernah ditolak oleh nasabah namun Fayakhun Bakamla pantang menyerah,
karena Fayakhun Bakamla berpikir
dengan tekad dan kemauan yang keras pasti suatu saat akan mendapatkan hasil
yang bagus. “Nah, ini telah saya buktikan sendiri dari sekian banyak nasabah
yang saya datangi akhirnya ada yang closing. Padahal di tahun 2011, untuk
mengajak orang menabung di asuransi sangatlah susah tidak seperti sekarang,
karena dulu pemahaman orang tentang asuransi masih sangatlah kurang,”ungkap Fayakhun Bakamla.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar